Friday, April 9, 2010

Membangun Masjid di Dalam Hati

Manusia adalah makhluk ruhani dengan selubung pakaian tulang belulang dan daging jasmaniah. Tulang belulang akan lebur kembali menjadi tanah, daging pun akan cair menjadi air, namun tidak demikian dengan ruh dia akan terus berjalan menuju keabadian di sisi Tuhan.

Sebagai cahaya murni ruh tidak mungkin bersentuhan langsung dengan dunia material. Dia memerlukan kendaraan, yaitu hati. Hatilah tempat pertarungan hidup dan mati antara hasrat badani melawan kerinduan illahi. Karena itu hati dinamakan ‘qolbu’ yang artinya terbolak balik.

Bila tarikan duniawi mendominasi maka ruh akan terseret masuk ke dalam kegelapan debu tanah. Bila kerinduan illahiah menguasai maka ruh akan melesat menembus tirai-tirai cahaya alam malaikat.

Hanya ada satu cara memenangkan pertempuran ini, yaitu dengan membanjiri hati dengan menyebut nama-nama Tuhan.

“ala bi dzikrillah tathma’innul qulub”

Ketahuilah hanya dengan mengingat ALLAH saja hati akan menjadi tenteram.

Ingatlah hanya dengan mengingat ALLAH sajalah hati menjadi tenteram.

Membangun mesjid di atas bumi akan mengundang kehadiran hamba-hamba ALLAH, sedangkan membangun masjid di dalam hati akan mengundang kehadiran ALLAH SWT.

Masjid di bumi dibuat dari batu dan tanah, masjid di dalam hati dibangun dari adonan cinta dan dzikrullah.

Wssalamu’alaikum Wr.Wb.

1 comment:

Mujiyo said...

ceramah ini dari abah siapa ya