
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Dewasa ini fenomena ketamakan manusia kian menganga. Kemiskinan dimana-mana sementara korupsi makin merajalela. Tidak hanya mencukupkan dirinya, tetapi sudah pada hawa nafsunya. Tidak lagi sebatas cinta dunia, tetapi sudah menjadi tawanan dunia.
Apa yang salah dengan miskin dan kaya??? Bukankah itu fenomena yang biasa-biasa saja???
Bukan miskin atau kaya yang menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah bagaimana kemudian kita mengartikan makna kaya di atas miskin sebenarnya. Bukan tidak boleh kita menjadi kaya, bahkan islam pun menganjurkannya, yang tidak boleh adalah menjadi kaya dengan memiskinkan sesamanya.
Mereka yang disebut bahagia bukan berada di antara orang-orang yang merana.
Mereka yang disebut mulia bukan berada di antara orang-orang yang hina.
Mereka yang disebut kaya bukan berada di antara orang-orang yang tak berpunya.
Mereka yang disebut bahagia adalah mereka yang membahagiakan orang-orang di sekelilingnya.
Mereka yang disebut mulia adalah mereka yang memuliakan orang-orang di sekitarnya.
Mereka yang disebut kaya adalah mereka yang memperkaya orang-orang di sampingnya.
Kekayaan sejati bukanlah pada banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan sejati adalah kekayaan jiwa. Kaya hakikatnya lebih pada rasa di hati bukan pada banyaknya harta benda.
Orang yang memiliki rumah, kendaraan, uang dan perusahaan yang banyak bila ia merasa semua itu kurang maka sebenarnya ia adalah orang miskin sejati-jatinya. Bila rasa kekurangan itu memaksa ia untuk korupsi, merampas hak orang lain, dan menipu orang lain, maka ia jangankan disebut kaya sebutan miskin pun masih terlalu mulia untuk dirinya.
Sebab jika orang miskin terpaksa mencuri milik orang lain karena perihnya rasa lapar sementara orang itu mencuri hak orang lain karena ketamakan. Perut bisa kenyang dengan satu piring nasi tetapi tamak tidak akan pernah kenyang meskipun dengan tanah sepenuh bumi.
Malang benar orang itu ia berada jauh di bawah batas kemiskinan, bahkan nama pun ia tidak punya.
Belajarlah untuk bersyukur karena syukur membuat kita menyadari bahwa dalam satu detik ada milyaran nikmat yang sedang terlimpah kepada kita, yang berarti detik itu juga hati kita dipenuhi perasaan kaya dan kaya.
Renungkan dan sampaikanlah...
Wassalamu’laikum Wr.Wb.



No comments:
Post a Comment