Sunday, April 4, 2010

Berdamai dengan Kenyataan

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Perjalanan hidup kita memperlihatkan ada hal-hal yag bisa kita ubah dan ada pula hal-hal yang meskipun kita telah berusaha tetapi tetap saja tidak bisa kita ubah. Orang yang sama sekali tidak bisa berhitung misalnya dapat mahir dan terampil mengolah angka dengan belajar matematika, orang yang sakit dapat sembuh dengan berobat, orang yang miskin dan menjadi beban bagi orang lain dapat berubah menjadi orang yang mandiri melaui kerja keras. Tetapi dapatkah kita menghidupkan kembali orang mati yang sudah menjadi tanah, mengubah nasi yang sudah menjadi bubur untuk menjadi nasi kembali, mengubah orang yang tua renta menjadi bayi kembali???

Sebenarnya kebahagiaan hidup lahir bukan pada kemampuan untuk membuat hal-hal yang tidak pasti menjadi pasti, tetapi kebahagiaan itu lahir dari benarnya cara pandang, sikap, dan perilaku dalam suasana yang serba tidak pasti.

Kegagalan atau keberhasilan adalah hal lumrah dalam hidup ini, tetapi berlebih-lebihan menyesali kegagalan dan larut dalam kesedihan justru merupakan satu bentuk kegagalan yang lebih besar lagi yaitu gagal mengendalikan diri.

Berhasil ataupun gagal dalam ujian adalah satu pilihan yang pasti, tetapi meratapi kegagalan dari satu hal yang sangat kita idam-idamkan hingga membuat kita enggan untuk melanjutkan perjuangan kembali justru itulah sebesar-besarnya kegagalan yang paling mengerikan dalam hidup ini, yaitu kegagalan membangun harapan.

Takdir adalah keniscayaan abadi, tetapi bahagia atau sengsara akibat suatu takdir adalah pilihan manusia itu sendiri. Manusialah yang memilih mau hidup dengan bahagia berdamai bersama takdir atau hidup sengsara dengan memusuhi takdir.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Luar biasa keadaan seorang mukmin, semua hal selalu baik untuk dirinya dan ini hanya terjadi pada seorang mukmin. Apabila dalam kelapangan niscaya ia bersyukur, hal itu menjadi kebaikan bagi dirinya, namun bila dalam kesempitan ia bersabar, hal itu pun menjadi kebaikan bagi dirinya”

Tataplah segala hal dengan kacamata iman, cepat atau lambat kita akan mengerti bahwa rangkaian peristiwa adalah jala yang ditebarkan ALLAH untuk menjaring manusia memasuki hadirat suci-NYA. Meleburlah dalam takdir ALLAH niscaya engkau akan sampai kepada-NYA…

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

No comments: