
-ibarat sapi dan babi-
perkembangan ekonomi syariah saat ni semakin menunjukkan konsistensinya dalam menjawab tantangan perubahan yang ada. terbukti secara nyata keberadaan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi alternatif di dunia mampu membawa penganutnya untuk tetap survive menghadapi goncangan hebat krisis ekonomi global dewasa ini. sebagai sistem ekonomi alternatif, sistem ekonomi syariah bukan hanya diterima oleh negara-negara muslim saja bahkan dengan baik mampu diterima oleh kalangan-kalangan rasional uni eropa. bahkan dalam perjalanannya, inggris yang notabenenya bukan negara muslim menerima dengan baik sistem ekonomi syariah sebagai basis pembangunan perbankan di sana. dengan pendirian bank umum syariahnya inggris secara tidak langsung membuktikan bahwasannya sistem ekonomi inilah yang memang menjadi fitrahnya sistem ekonomi dunia.
lalu mengapa setelah terbukti mampu menjawab tantangan ekonomi yang ada, sulit sekali bangsa ini yang notabenenya bahkan sebagai negara muslim terbesar di dunia tidak mampu menjadikan ekonomi syariah sebagai basis sistem ekonomi nasionalnya???
jawabannya ada pada pribadi muslim kita masing-masing.
sudahkah kita secara sadar menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam tiap aktivitas hidup kita?
sudahkah prinsip-prinsip syariah menjadi nilai luhur yang menghujam dalam benak kita?
sudahkan kita merasa memiliki islam sebagai hakikatnya?
banyak dintara pribadi muslim kita sendiri yang justru meragukan keberadaan ekonomi syariah saat ini, bahkan banyak pula diantaranya yang secara tegas mengkritisi keberadaannya dan tanpa ragu berpaling darinya.
“apa yang berkembang saat ini apakah upaya kapitalisasi ekonomi islam ataukah islamisasi ekonomi kapitalis”
itulah kata mereka. dua kalimat yang sebenarnya sama makna untuk mengjatuhkan ekonomi syariah.
mereka bukanlah orang yang awam terhadap ekonomi melainkan justru mngerti dalam-dalam bagaimana itu ekonomi. pemahaman yang dalam akan teori-teori ekonomi konvensioanal yang mereka dapat jauh sebelum mereka mengenal ekonomi syariah mampu menimbun dalam-dalam nurani hati mereka akan fitrah ekonomi yang sebenarnya. padahal secara rasionalpun keberadaan ekonomi syariah sejatinya menjadi sistem ekonomi yang lebih baik adanya bagi mereka.
yang pada hakikatnya menjadi pemicu antipati mereka dan sebagian besar kita terhadap ekonomi syariah sebenarnya justru adalah keragu-raguan kita untuk memegang teguh sistem ekonomi syariah yang berkembang saat ini. sikap ini memang perlu untuk kemudian memacu perkembangan ekonomi syariah selanjutnya, namun tidaklah lebih baik jika hanya sekedar menghakimi tanpa lantas mencoba memperbaiki dan memberikan solusi atas kekurangan yang ada. banyak diantara kita yang sebenarnya mengerti tapi ragu untuk memilih justru malah berpaling dari ekonomi syariah dan terpaksa mempertahankan apa yang mereka pegang selama ini (ekonomi konvensional). semisal saja bagaimana sikap sebagian dari kita terhadap institusi perbankan. kita sebenarnya mengerti bagaimana kebaikan perbankan syariah itu bagi kita sendiri dan masyarakat lain pada umumnya (maslahat), namun keragu-raguan terhadap penerapan sistem yang ada ternyata menyelimuti nurani hati kita sebagai pribadi muslim sejatinya.
yang perlu kita pertanyakan saat ini, apa landasan keterikatan kita sebagai muslim? apakah benar-benar karena kita faham terhadap islam dan atas dasar kefahaman itu kita mencintai islam sebagai agama yang diridhoi ALLAH ataukah hanya sebatas ‘warisan’ keyakinan dari orang tua kita saja???
jawaban sederhana atas keragu-raguan yang kita hadapi sebagai lawan terberat kita untuk memenangkan ekonomi syariah mudahnya yaitu analogi ringan sebagai berikut:
manakah yang saudara pilih?
daging sapi yang diragukan kehalalannya karena pemotongannya lewat mesin (dipotongnya pake bismillah atau ngga yah???) ataukah daging babi yang jelas-jelas haram keberadaannya???
mungkin itulah yang menjadi kesimpulan sekaligus jawaban atas keragu-raguan kita saat ini untuk kemudian kembali memegang teguh prinsip ekonomi syariah ke depan dan bersama-sama memperbaiki dan memberi solusi atas permasalahan penerapan pengembangan ekonomi syariah di indonesia saat ini.
mimpi hanya sebatas mimpi jika tanpa adanya solusi, solusi hanya sebatas solusi tanpa adanya aksi, dan aksi hanya sebatas aksi tanpa kemudian memberi bukti.
bergerak untuk INDONESIA yang lebih baik!!!



No comments:
Post a Comment