
Bismillahirrohmannirrahim…
By: Ady Cahyadi, SE
>>>putra betawi
nak ke 4 dari 7 bsodara kel. H. Sapri S…
(abank gw)
Baba, begitu kami semua memanggil sosok ayah kami. Putra betawi asli yang lahir di kampoeng Kedaung, Sarua Indah, Ciputat, Tangerang, 11 mei 1950. Anak pertama dari pernikahan Samin bin Bende dan hj Caneng binti Djamat.
Ketidaksepahaman antara kedua orangtuanya menyebabkan ia diasuh dan dibesarkan oleh sang ibu di Sarua Indah (rt 01/04 sekarang ini). Ketika sang ibu menikah lagi, baba tetap ikut serta dengan sang ibu, dan mempunyai bapak tiri, H. Muhammad, konon katanya beliau berasal dari Banten, daerah asli asalnya tak pernah diketahui hingga akhir hayatnya. Didikan dari sang bapak tiri inilah yang menjadikannya seperti sekarang, kalem, kuat, agamis dan bersahaja. Ini karena sang bapak adalah seorang guru agama, tabib yang ahli pengobatan dan guru yang pandai ilmu kanuragan. Tak sedikit para pemuda yang belajar langsung ilmu kanuragan kepada sang bapak.
Tumbuh dan kembang bersama sang bapak ternyata membuahkan hasil, baba ternyata terkenal sebagai anak yang cerdas sewaktu sekolah rakyat dulu, namun karena ketidak mampuan materi ia terpaksa melupakan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan memilih bekerja, dari tukang bangunan, penjaja keliling hingga menjadi penjahit. Disela kesibukannya itu tak lupa ia selalu ikut mengaji saat sang bapak yang terkenal sebagai ustad dan guru ini mengajar disegala pelosok desa sekitar Ciputat.
Dan sekarang… baba… rasanya tidak ada kata yang menghujam dalam hati ini ketika mendengar kata itu selain perasaan bangga terhadap sosok ayah yang begitu mulia ini. Syukur ku senantiasa panjatkan kehadirat-Mu yang telah mengamanatkan hamba ke dunia melalui ‘baba’. Semoga Allah swt. senantiasa menjaga dan melindungimu.
Rabbighfirli wali waalidaiya warhamhuma kamaa rabbayani shaghiiraaa… amiiin yaa rabbal aalamiiin…


