Ane putra Betawi asli, anak ke enem dr 7 bersodara. Lahir dr keluarga sederhana nan beragama, Babeh Ustad, Enyak Ustadzah. Anak...??? Hehe...... ^_^... insyaALLAH
“Aduh sialan, si iif anak BETAWI asli… kerjaanye sembahyang mengaji, tp jangan bikin dy sakit hati… ni di beri sekali..huh..orang bisa matiiiii…”
‘Bukan Pendiam Cukup Berbicara Seperlunya’
‘Suka Banyolan Nikmat Keharmonisan’
‘Banyak Gerak Siap Diam’
‘Baik Disampaikan Buruk Jadi Pelajaran’
‘Cintai Jejak Terukir Dalam Bingkai Keikhlasan’
Thursday, April 16, 2009
Wednesday, April 15, 2009
-Gintung: "Ujian, Peringatan, atau Bahkan Azab???"
“Ujian, Peringatan, atau bahkan Azab???”
Kedahsyatan bencana jebolnya tanggul situ gintung memunculkan cukup banyak pertanyaan dalam benak hati ane tentang apa & mengapa semua itu bisa terjadi.
Menilik sebuah makna atas terjadinya satu bencana dalam suatu kaum atau masyarakat, bahwasannya esensi dari sebuah bencana atau peristiwa alam yang terjadi di muka bumi itu mencakup 3 hal penting, antara lain:
1. ALLAH SWT hendak menguji hamba-NYA untuk kemudian menjadikan peristiwa itu sebagai landasan untuk tangga menuju hamba yang bertakwa dan mulia.
2. Peringatan/teguran ALLAH SWT kepada hamba-NYA yang baik secara sadar ataupun tidak telah lupa terhadap apa yang menjadi tanggung jawab hidupnya di dunia.
“Tidaklah AKU ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-KU”
Dan ingatlah bahwasannya teguran ini bukan hanya menjadi ditujukan ALLAH untuk mereka yang terkena musibah namun juga bagi mereka yang menyaksikan kebesaran ALLAH tersebut.
3. Azab ALLAH SWT kepada hambanya yang dzholim, baik pada dirinya sendiri, sesamanya, maupun lingkungan alam yang senantiasa menjadi satu-satunya daya yang memberikan kehidupan itu kepada manusia.
Bukan saatnya lagi mencari siapa yang salah dan harus bertanggung jawab atas terjadinya semua ini. Sadarilah bahwasannya ALLAH SWT sedang bertanya sapa kepada kita semua sebagai makhluk yang dicintainya.
Sudahkah kita menjalankan kewajiban kita???
Siapapun diantara kita boleh saja menganggap apa yang terjadi adalah bagian dari ketiga makna di atas, namun tidak sampai disitu saja lantas kita menyikapi apa yang telah terjadi kepada saudara-saudara kita. Ingatlah bahwasannya tujuan kita adalah sama, ALLAH SWT.
Tanyakan pada diri apa yang menjadi pertanyaan itu???
Kedahsyatan bencana jebolnya tanggul situ gintung memunculkan cukup banyak pertanyaan dalam benak hati ane tentang apa & mengapa semua itu bisa terjadi.
Menilik sebuah makna atas terjadinya satu bencana dalam suatu kaum atau masyarakat, bahwasannya esensi dari sebuah bencana atau peristiwa alam yang terjadi di muka bumi itu mencakup 3 hal penting, antara lain:
1. ALLAH SWT hendak menguji hamba-NYA untuk kemudian menjadikan peristiwa itu sebagai landasan untuk tangga menuju hamba yang bertakwa dan mulia.
2. Peringatan/teguran ALLAH SWT kepada hamba-NYA yang baik secara sadar ataupun tidak telah lupa terhadap apa yang menjadi tanggung jawab hidupnya di dunia.
“Tidaklah AKU ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-KU”
Dan ingatlah bahwasannya teguran ini bukan hanya menjadi ditujukan ALLAH untuk mereka yang terkena musibah namun juga bagi mereka yang menyaksikan kebesaran ALLAH tersebut.
3. Azab ALLAH SWT kepada hambanya yang dzholim, baik pada dirinya sendiri, sesamanya, maupun lingkungan alam yang senantiasa menjadi satu-satunya daya yang memberikan kehidupan itu kepada manusia.
Bukan saatnya lagi mencari siapa yang salah dan harus bertanggung jawab atas terjadinya semua ini. Sadarilah bahwasannya ALLAH SWT sedang bertanya sapa kepada kita semua sebagai makhluk yang dicintainya.
Sudahkah kita menjalankan kewajiban kita???
Siapapun diantara kita boleh saja menganggap apa yang terjadi adalah bagian dari ketiga makna di atas, namun tidak sampai disitu saja lantas kita menyikapi apa yang telah terjadi kepada saudara-saudara kita. Ingatlah bahwasannya tujuan kita adalah sama, ALLAH SWT.
Tanyakan pada diri apa yang menjadi pertanyaan itu???
Subscribe to:
Posts (Atom)





